Puisi "AKU DAN KAWANKU"
karya : chairil Anwar
Kami
sama pejalan larut
Menembus
kabut
Hujan
mengucur badan
Berkakuan
kapal-kapal di pelabuhan
Darahku
mengental pekat. Aku tumpat pedat
Siapa
berkata-kata?
Kawanku
hanya rangka saja
Karena
dera mengelucak tenaga
Dia
bertanya jam berapa?
Sudah
larut sekali
Hilang
tenggelam segala makna
Dan
gerak tak punya arti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar