My Best Friend
Ada 4 seorang anak remaja yang baru
saja lulus dari SMP Sejahterah. Mereka bernama Kiemas, Ucok, Ucup dan Aini.
Kiemas sosok remaja yang berpikirannya dewasa dan realistis dan selalu memakai
jam tangan di tangan kanannya, meskipun dicela temannya karena memakai jam
disebelah tangan tidak membuatnya merubah ciri khasnya. Ucok sosok remaja yang
bertanggungjawab dan cerdas. Ucup sosok remaja yang pintar namun perilakunya
tidak tampak seperti orang jenius. Sedangkan, Ainun sosok remaja wanita yang
cantik, cerdas, bijak walaupun kadang-kadang puistis gitu, Ainun sangat
dikagumi karena kecantikannya, tetapi Ainun tidak merespon.
Tahun ajaran segera dimulai, persahabatan
mereka semakin erat dengan adanya mereka satu sekolah di SMA Budi Kartika. Pada
awal masuk sekolah, mereka tidak sengaja bertemu di depan gedung sekolah, tawa
canda pun pecah mereka menjadi remaja yang cantik dan ganteng
“gila
Cup, Ainun makin cantikk yaa?” seru Kiemas terhadap Ucup
“iyaa
mas, loe naksir ya?” celoteh Ucup
“iya
agak sih Cup” semaut Kiemas dengan malu
“hay
Kiemas, Ucup, Ucok!” sahut Ainun memutus bincangan Ucup dan Kiemas
“hay juga Ainun”
sahut mereka bertiga
Lonceng berbunyi, mereka mencari kelas
yang ada nama mereka, setelah menemukan mereka masuk dan tanpa disadari mereka
berempat 1 kelas.
“hey
Ucok? Ucup?” semaur Kiemas merasa kaget
“heee
Kiemas disini juga tohh?” sahut mereka
“berarti
kita jodoh yaa?” celoteh Ucup
“gilee
gue masih normal keless” sahut Kiemas
“Ainunnnn”
teriak Ucok
“yaaampunn
kamu toh Cok, kalian juga disini? kita jodoh ya?” bercanda Ainun
“amiiinn”
sahut dalam hati Kiemas dan Ucok
Ucok mengajak Ucup pergi ke pameran kaos
distro, ditengah perjalanan mereka berbincang tentang keanehan yang terjadi
saat mereka bisa 1 kelas ngumpul bareng.
“Cup,
kita kok bisa 1 kelas gituu yaa?” tanya Ucok mengajak ngobrol
“kenapaa
gak seneng loe?” celoteh Ucup
“yaa
senengglahh Cup, ehh Cup gue mau cerita” sahut Ucok
“cerita
aja Cok, kita kan kayak saudara” sambil memegang pundak
“guee
suka Ainun Cup, gue punya rencana nembak Ainun waktu KTS Cup, loe bisa bantu
gue kan?” cerita dari Ucok
“haaa??”
respon Ucup sambil melepaskan tangan dari pundak Ucok
“kenapa
Cup?” tanya Ucok
“gapapa,
serius loe?” tanya Ucup
“iyaa,
kenapa sehh?” heran dari Ucok
“ga..ga..gakpapa
kok, gue bantu apa?” sahut Ucup
“pancing
Ainun ke lapangan, gue mau nembak dia disana... bisa yaa?” seneng dari Ucok
“owhh
gampanglahh” sahut Ucup
“okee deh,
yukk lihat-lihat kaos distroo” ucap Ucok beralih topik
Sesampai di rumah dari toko kaos distro,
Ucup duduk terdiam memikirkan 2sahabatnya yang suka sama sahabatnya juga dan
mereka juga menyuruhku diam. Sungguh sulit posisi dari Ucup, karena jika salah
mengambil keputusan dia akan merusak persahabatan. Setelah lama melamun,
akhirnya Ucup memilih untuk diam sesuai janji ke sahabatnya
Seiring
berjalan waktu, hari yang ditunggu tiba. ! tahun ajaran telah ditempuh murid
SMA Budi Kartika, kepala sekolah SMA Budi Kartika mengadakan KTS, KTS tersebut
diikuti seluruh siswa dam rencananya Ucok akan menembak Ainun.
“Cup,
jangan lupa ya.. Nanti bantu aku?” tegur Ucok kepada Ucup
“iyaa
Cok” sahut Ucup
“heyy
lagi bahas apa broo?” gertakan Kiemas tiba-tiba
“gakpapa
mas, ini Ucok bercanda renyah” kata Ucup
“oh
yaa, bercanda gimana Cok?” tanya Kiemas
“heemmmm..
Sebutkan reaksi kimia?” spontan Ucok mengarang
“itu
mahh sulitt, lupoa gue.. emang apa?” sahut Kiemas
“JATUH
CINTA. Hhehehe” jawab Ucok sambil tensin
“ha..ha..ha
lucu kan mas?” sahut Ucup sambil tertawa garing
“iyaa”
sahut Kiemas dengan bingung.
Perjalanan ditempuh lebih kurang 2jam,
sesampainya disana. Ucup melakukan janjinya kepada Ucok, Ucup mendekati Ainun
yang saat itu sedang jalan bersama Kiemas. Ucup hanya mengajak Ainun saja, ini
membuat Kiemas curiga. Akhirnya, Ucup mengarang kalau di lapangan ada atraksi
luar bisa oleh puistis ahli. Spontan Ainun mengajak Kiemas untuk ke lapangan.
Sesampainya di lapangan Kiemas tidak jadi ikut karena tidak suka dengan puisi,
Ainun tetap pergi bersama Ucup. Beberapa saat kemudian Kiemas mengikuti mereka
berdua dari belakang, dan ternyaataa...
Ucok sudah menyiapkan
dengan romantis sekali, disekitar lapangan banyak lilin dan api obor, semua
mata tertuju pada lapangan bahkan guru pun melihat. Ainun sempat tercengang
melihat Ucok yang berada pada tengah lapangan dan memegang tulisan “AINUN
KEMARILAH SAHABAT”. Dengan rasa heran Ainun menghampiri Ucok dan pada saat
bersamaan Kiemas datang melihat di tengah lapangan.
“Ucok,
ini apa-apaan?” tanya Ainun kebingungan
“Ainun,
aku sudah lama menunggu ini, aku mohon dengarkan isi hatiku” sambil memegang
tangan Ainun
“kamu
mau ngomong apa?” sahut Ainun
“jangan
bilang kalau Ucok suka sama aku dan akan nembak aku sekarang” Ainun dalam
hatinya
“Ainun
aku sudah lama mengenalmu, aku sudah mantap dengan rasa ini nun, Ainun aku suka
sama kamu, Apakah kamu mau jadi pacarku?” ungakapan isi hati Ucok
Spontan semuanya bergemuruh ciiieee.
Tetapi tidak untuk Kiemas, ia merasa terbunuh di lapangan tersebut, Kiemas
nyaris menitihkan air mata kepedihan.
“kamu
seriuss Cok? Tanya Ainun
“iyaa,
Ainun aku cinta tulus sama kamu”
“tapi
gimana dengan persahabatan kita, gimana dengan janji kita?” tanya Ainun
“aku
tak tahu Ainun, tuhan menitipkan rasa ini padaku.Apakah aku salah Ainun?” tnya
Ucok
“tidak
Cok, hemm... enggak Cok, aku nyaman sebagai sahabat” jawab Ainun
Ucok terlihat sedih dengan jawaban itu,
Ucok langsung pergi meninggalkan Ainun dan menarik tangan Kiemas ke tengah
lapangan
“mas,
kamu juga suka sama Ainun kan? Sekarang coba kamu ungkapin perasaanmu, aku tau
dari Ucup” sentak Ucok
“ha??
Iy..iyy, iyaa Cok”
“sekarang
waktunya” sahut Ucok
“Ainun
aku suka kamu, apa kamu mau jadi pacar aku?” ungkpan dari Kiemas
“seriuss
mass? Kalau aku jujur aku juga suka sama kamu mas, tapi kita udah janji kalau
kita sekedar sahabat. Udahlah kita sahabat ajjaa” sahut Ainun
Ainun menolak mereka semua dan mereka
terjalin cinta segitiga yang kadang sulit dimengerti
Isi perjanjian mereka adalah:
“Dear
sahabat
Kita
bagaikan sepatu. Saling bersama dalam duka dan suka, kita mengenal lebih dari
siapapun. Jika kelak kita dititipkan rasa cinta diantara kita, Tuhan tidak
salah, tapi kita tetap jadi sahabat dalam keadaan apapun”
Dan Isi
dari Diary Kiemas adalah:
Sungguh
aku tak mengerti dengan rasa ini..
Aku
selalu nyaman bila kau ada disini
Mengapa
baru sekarang aku menyadarinya
Padahal
dulu kita sering bermain bersama
Sikap
perhatian yang selalu kau beri
Menumbuhkan
cinta dihati
Aku
tau ini tak boleh terjadi
Tapi
rasa ini muncul anpa ku sadari
Persahabatan
yang terjalin sejak dari dulu
Membuatku
ragu untuk mengungkapkan rasa ini padamu
Aku
tidak ingin ungkapkan semua
Karena
itu dapat merusak persahabatan kita
Biarlah
rasa ini hilang dengan sendirinya
Karena
bagiku, persehabatan itu lebih dari segalanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar