Jam

Rabu, 18 Februari 2015

Cerpen tentang persahabatan

My Best Friend

Ada 4 seorang anak remaja yang baru saja lulus dari SMP Sejahterah. Mereka bernama Kiemas, Ucok, Ucup dan Aini. Kiemas sosok remaja yang berpikirannya dewasa dan realistis dan selalu memakai jam tangan di tangan kanannya, meskipun dicela temannya karena memakai jam disebelah tangan tidak membuatnya merubah ciri khasnya. Ucok sosok remaja yang bertanggungjawab dan cerdas. Ucup sosok remaja yang pintar namun perilakunya tidak tampak seperti orang jenius. Sedangkan, Ainun sosok remaja wanita yang cantik, cerdas, bijak walaupun kadang-kadang puistis gitu, Ainun sangat dikagumi karena kecantikannya, tetapi Ainun tidak merespon.
      Tahun ajaran segera dimulai, persahabatan mereka semakin erat dengan adanya mereka satu sekolah di SMA Budi Kartika. Pada awal masuk sekolah, mereka tidak sengaja bertemu di depan gedung sekolah, tawa canda pun pecah mereka menjadi remaja yang cantik dan ganteng
“gila Cup, Ainun makin cantikk yaa?” seru Kiemas terhadap Ucup
“iyaa mas, loe naksir ya?” celoteh Ucup
“iya agak sih Cup” semaut Kiemas dengan malu
“hay Kiemas, Ucup, Ucok!” sahut Ainun memutus bincangan Ucup dan Kiemas
“hay juga Ainun” sahut mereka bertiga
      Lonceng berbunyi, mereka mencari kelas yang ada nama mereka, setelah menemukan mereka masuk dan tanpa disadari mereka berempat 1 kelas.
“hey Ucok? Ucup?” semaur Kiemas merasa kaget
“heee Kiemas disini juga tohh?” sahut mereka
“berarti kita jodoh yaa?” celoteh Ucup
“gilee gue masih normal keless” sahut Kiemas
“Ainunnnn” teriak Ucok
“yaaampunn kamu toh Cok, kalian juga disini? kita jodoh ya?” bercanda Ainun
“amiiinn” sahut dalam hati Kiemas dan Ucok
      Ucok mengajak Ucup pergi ke pameran kaos distro, ditengah perjalanan mereka berbincang tentang keanehan yang terjadi saat mereka bisa 1 kelas ngumpul bareng.
“Cup, kita kok bisa 1 kelas gituu yaa?” tanya Ucok mengajak ngobrol
“kenapaa gak seneng loe?” celoteh Ucup
“yaa senengglahh Cup, ehh Cup gue mau cerita” sahut Ucok
“cerita aja Cok, kita kan kayak saudara” sambil memegang pundak
“guee suka Ainun Cup, gue punya rencana nembak Ainun waktu KTS Cup, loe bisa bantu gue kan?” cerita dari Ucok
“haaa??” respon Ucup sambil melepaskan tangan dari pundak Ucok
“kenapa Cup?” tanya Ucok
“gapapa, serius loe?” tanya Ucup
“iyaa, kenapa sehh?” heran dari Ucok
“ga..ga..gakpapa kok, gue bantu apa?” sahut Ucup
“pancing Ainun ke lapangan, gue mau nembak dia disana... bisa yaa?” seneng dari Ucok
“owhh gampanglahh” sahut Ucup
“okee deh, yukk lihat-lihat kaos distroo” ucap Ucok beralih topik
      Sesampai di rumah dari toko kaos distro, Ucup duduk terdiam memikirkan 2sahabatnya yang suka sama sahabatnya juga dan mereka juga menyuruhku diam. Sungguh sulit posisi dari Ucup, karena jika salah mengambil keputusan dia akan merusak persahabatan. Setelah lama melamun, akhirnya Ucup memilih untuk diam sesuai janji ke sahabatnya
Seiring berjalan waktu, hari yang ditunggu tiba. ! tahun ajaran telah ditempuh murid SMA Budi Kartika, kepala sekolah SMA Budi Kartika mengadakan KTS, KTS tersebut diikuti seluruh siswa dam rencananya Ucok akan menembak Ainun.
“Cup, jangan lupa ya.. Nanti bantu aku?” tegur Ucok kepada Ucup
“iyaa Cok” sahut Ucup
“heyy lagi bahas apa broo?” gertakan Kiemas tiba-tiba
“gakpapa mas, ini Ucok bercanda renyah” kata Ucup
“oh yaa, bercanda gimana Cok?” tanya Kiemas
“heemmmm.. Sebutkan reaksi kimia?” spontan Ucok mengarang
“itu mahh sulitt, lupoa gue.. emang apa?” sahut Kiemas
“JATUH CINTA. Hhehehe” jawab Ucok sambil tensin
“ha..ha..ha lucu kan mas?” sahut Ucup sambil tertawa garing
“iyaa” sahut Kiemas dengan bingung.
      Perjalanan ditempuh lebih kurang 2jam, sesampainya disana. Ucup melakukan janjinya kepada Ucok, Ucup mendekati Ainun yang saat itu sedang jalan bersama Kiemas. Ucup hanya mengajak Ainun saja, ini membuat Kiemas curiga. Akhirnya, Ucup mengarang kalau di lapangan ada atraksi luar bisa oleh puistis ahli. Spontan Ainun mengajak Kiemas untuk ke lapangan. Sesampainya di lapangan Kiemas tidak jadi ikut karena tidak suka dengan puisi, Ainun tetap pergi bersama Ucup. Beberapa saat kemudian Kiemas mengikuti mereka berdua dari belakang, dan ternyaataa...
                      Ucok sudah menyiapkan dengan romantis sekali, disekitar lapangan banyak lilin dan api obor, semua mata tertuju pada lapangan bahkan guru pun melihat. Ainun sempat tercengang melihat Ucok yang berada pada tengah lapangan dan memegang tulisan “AINUN KEMARILAH SAHABAT”. Dengan rasa heran Ainun menghampiri Ucok dan pada saat bersamaan Kiemas datang melihat di tengah lapangan.
“Ucok, ini apa-apaan?” tanya Ainun kebingungan
“Ainun, aku sudah lama menunggu ini, aku mohon dengarkan isi hatiku” sambil memegang tangan Ainun
“kamu mau ngomong apa?” sahut Ainun
“jangan bilang kalau Ucok suka sama aku dan akan nembak aku sekarang” Ainun dalam hatinya
“Ainun aku sudah lama mengenalmu, aku sudah mantap dengan rasa ini nun, Ainun aku suka sama kamu, Apakah kamu mau jadi pacarku?” ungakapan isi hati Ucok
      Spontan semuanya bergemuruh ciiieee. Tetapi tidak untuk Kiemas, ia merasa terbunuh di lapangan tersebut, Kiemas nyaris menitihkan air mata kepedihan.
“kamu seriuss Cok? Tanya Ainun
“iyaa, Ainun aku cinta tulus sama kamu”
“tapi gimana dengan persahabatan kita, gimana dengan janji kita?” tanya Ainun
“aku tak tahu Ainun, tuhan menitipkan rasa ini padaku.Apakah aku salah Ainun?” tnya Ucok
“tidak Cok, hemm... enggak Cok, aku nyaman sebagai sahabat” jawab Ainun
      Ucok terlihat sedih dengan jawaban itu, Ucok langsung pergi meninggalkan Ainun dan menarik tangan Kiemas ke tengah lapangan
“mas, kamu juga suka sama Ainun kan? Sekarang coba kamu ungkapin perasaanmu, aku tau dari Ucup” sentak Ucok
“ha?? Iy..iyy,  iyaa Cok”
“sekarang waktunya” sahut Ucok
“Ainun aku suka kamu, apa kamu mau jadi pacar aku?” ungkpan dari Kiemas
“seriuss mass? Kalau aku jujur aku juga suka sama kamu mas, tapi kita udah janji kalau kita sekedar sahabat. Udahlah kita sahabat ajjaa” sahut Ainun
      Ainun menolak mereka semua dan mereka terjalin cinta segitiga yang kadang sulit dimengerti
      Isi perjanjian mereka adalah:
“Dear sahabat
Kita bagaikan sepatu. Saling bersama dalam duka dan suka, kita mengenal lebih dari siapapun. Jika kelak kita dititipkan rasa cinta diantara kita, Tuhan tidak salah, tapi kita tetap jadi sahabat dalam keadaan apapun”

Dan Isi dari Diary Kiemas adalah:
Sungguh aku tak mengerti dengan rasa ini..
Aku selalu nyaman bila kau ada disini
Mengapa baru sekarang aku menyadarinya
Padahal dulu kita sering bermain bersama
Sikap perhatian yang selalu kau beri
Menumbuhkan cinta dihati

Aku tau ini tak boleh terjadi
Tapi rasa ini muncul anpa ku sadari
Persahabatan yang terjalin sejak dari dulu
Membuatku ragu untuk mengungkapkan rasa ini padamu
Aku tidak ingin ungkapkan semua
Karena itu dapat merusak persahabatan kita
Biarlah rasa ini hilang dengan sendirinya

Karena bagiku, persehabatan itu lebih dari segalanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar